Tampilkan postingan dengan label Geofluida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geofluida. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

Well-sorted, Poorly-sorted, dan Porous Grains

Baru diajarin dosen saya minggu lalu, ini sesuai dengan apa yang saya bisa tangkap lho. jadi kalau ada kesalahan pengertian, harap dikoreksi  ya readers. :)


1. Well-sorted
Butiran yang membentuk batuan sedimen seperti gambar disamping mengalami pengelompokan butir yang baik dari segi ukuran butirnya. Ukuran butir yang membentuk batuan tersebut relatif sama, sehingga Porositas yang dimiliki batuan tersebut akan tinggi karena volume rongga kosong yang terbentuk relatif besar.

2. Poorly-sorted
Butiran yang menjadi pembentuk batuan seperti gambar disamping mengalami ketidakmerataan persebaran ukuran butir. Sehingga, rongga kosong yang terdapat diantara butir-butir yang besar terisi oleh butiran lain yang ukurannya jauh lebih kecil. Dengan demikian, batuan seperti gambar disamping akan memiliki porositas yang rendah.

3. Porous Grains
Jenis batuan yang memiliki butiran seperti gambar disamping memiliki porositas yang lebih baik diantara tiga tipe batuan yang kita bahas pada postingan ini dengan syarat ukuran butir pembentuk batuan relatif sama. Butiran seperti gambar disamping dikategorikan juga sebagai well-sorted grains. Lebih lanjut, butiran juga memiliki pori-pori atau rongga sehingga otomatis porositas pada batuan dengan tipe butir seperti ini akan memiliki porositas yang lebih tinggi dibandingkan butiran yang hanya well-sorted..

Porositas & Permeabilitas


Kali pertama ini mari kita mulai dari cabang Geofluida terlebih dahulu. Semoga bermanfaat. :)

Porositas--Seberapa besar volume rongga yang terdapat pada suatu media. Sedangkan,
Permeabilitas--Seberapa mudah suatu media meneruskan fluida.

           Kali ini, kita ambil contoh medianya adalah batuan. Minyak dan Gas bumi (fluida) akan dapat ditemukan pada suatu reservoir, yaitu media berpori yang dapat berupa lapisan batu atau tanah yang memiliki porositas yang signifikan. Lalu apa keterkaitan antara porositas  dan permeabilitas?.

          Mungkin sekilas kita bisa menarik kesimpulan bahwa semakin besar porositas maka permeabilitas akan semakin tinggi. Ternyata tidak semudah itu. Batuan yang memiliki pori besar sekalipun ternyata bisa memiliki permeabilitas yang rendah. Artinya, tidak selalu semakin besar porositas, permeabilitas juga semakin tinggi. Logikanya, apabila rongga pada batuan tidak saling terhubung atau hanya sedikit saja yang saling terhubung, maka permeabilitasnya akan rendah. Akan tetapi, kedua parameter ini saling mempengaruhi  aliran fluida yang melewatinya.